Hari Memaafkan Nasional

October 19th, 2007 by tinikawai

Umat islam semestinya pantas disebut sebagai ummat pemaaf. Bukan hanya dari segi murah memberi maaf, tetapi terutama sebaliknya, dari kebiasaan meminta maaf. Paling tidak setahun sekali umat Islam di seluruh dunia, atau setidaknya di tanah air menyelenggarakan apa yang bisa kita sebut sebagai hari maaf nasional. Ya, di hari Iedul Fitri seperti yang baru berlalu, ummat islam terbudaya untuk meminta maaf pada orang tua, saudara, kerabat, teman dan handai taulan, sebagai bagian dari ritual merayakan hari raya Iedul Fitri. Diyakini bahwa setelah berpuasa selama satu bulan di bulan Ramadhan, agar mencapai kesucian yang hakiki maka pada hari 1 Syawal ummat islam perlu meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan. Dengan demikian diharapkan setiap pribadi bisa memulai lagi kehidupan baru yang "bersih". Tidak ada yang salah dengan hal itu. Tetapi ada yang kurang bila kita melihat kebiasaan yang terjadi di masyarakat kita. Mungkin seharusnya kita memadankan antara permintaan maaf, dengan ucapan terimakasih. Bagaimanapun seharusnya kita sangat memahami bahwa memberi maaf itu sulit. Dan untuk itu layak kalau pemberian maaf diiringi dengan ucapan terimakasih yang sangat. Dalam sisi yang lain, sebulan kegiatan puasa yang dilakukan ummat Islam seyogyanya juga membekaskan kesalahan-kesalahan yang "baru". Di bulan puasa ini, masjid-masjid jadi jauh lebih ramai dibandingkan waktu-waktu sebelumnya. Suara-suara yang bisa dikategorikan mengganggu dari speaker masjid bukan hanya berlangsung lima kali sehari seperti hari-hari biasa tetapi bertambah frekuensi dan intensitasnya, bahkan pula di tengah malam buta, ketika masjid-masjid meneriakkan peringatan untuk bersahur. Di penghujung harinya, tepat di malam menjelang hari Idul Fitri, tumpah-ruahnya ummat Islam yang meneriakkan takbir bukan hanya terjadi di kampung-kampung, tetapi juga merambah ke jalan-jalan raya, menyebabkan kemacetan yang luar biasa. Masih belum cukup, saat hari H penyelenggaraan shalat idul Fitri bisa dipastikan jalanan akan macet, terutama setelah shalat dilaksanakan. Belum lagi menghitung kemacetan akibat arus mudik dan arus balik ummat yang terjadi sejak seminggu atau lebih menjelang hari Idul Fitri dan seminggu sampai sepuluh hari setelahnya. Hal-hal seperti ini, seyogyanya memberikan ketidaknyamanan tertentu bagi masyarakat secara luas, dan lebih spesifik lagi bagi masyarakat non-muslim yang tidak turut berpesta dalam keriaan hari raya. Tentu saja sebagai umat yang "pemaaf" seharusnya kita juga meminta maaf kepada saudara-saudara kita yang beragama non-muslim, atas segala ketidaknyamanan yang mereka terima akibat aktivitas kita dalam melaksanakan Ibadah dan berpesta di hari raya. Sungguh ironis apabila untuk hal-hal seperti itu kita tidak memiliki kesadaran, atau bahkan malah merasa terlalu tinggi hati (karena alasan mayoritas) untuk meminta maaf, dan menyampaikan terimakasih pada saudara yang beragama non-muslim. Lebih bermakna sebetulnya apabila ucapan terimakasih seperti itu disampaikan oleh pejabat negara atau tokoh-tokoh yang berkepentingan membawa nama ummat. Akan sangat menyenangkan apabila Presiden, jajaran ulama di MUI, atau para kyai-kyai di setiap komunitasnya, membuat pernyataan di media, menyatakan terimakasih yang tak terhingga dari ummat Islam kepada saudara-saudaranya yang beragama berbeda di tanah air ini. Terimakasih atas pengertian mereka yang mendukung ummat islam dalam menjalankan ibadah puasa. Terimakasih atas pengertian mereka yang terpaksa dipenjarakan dengan tirai-tirai tertutup saat sedang makan di restoran di siang hari. Terimakasih karena mereka jadi turut tidak merokok di tempat terbuka saat ummat islam berpuasa. Terimakasih karena mereka mau bertoleransi atas suara-suara yang mengganggu tidur mereka. Terimakasih karena mereka mau bertoleransi atas kemacetan yang luar biasa dan turut menanggung biaya pemborosan nasional yang terjadi. Terimakasih atas segala pengertian mereka atas dimonopolinya siaran radio dan televisi dengan kutbah-kutbah yang tidak sesuai dengan agama mereka. * * * Mungkin permintaan maaf dan ucapan terimakasih atas hal-hal itu terkesan naif. Karena di tahun depan mereka akan kembali dihadapkan pada situasi yang sama, dan dipaksa untuk bertoleransi secara luar biasa dengan aktivitas beragama kita sebagai ummat islam. Tapi mungkin dengan demikian kita bisa sama-sama berharap, semoga di tahun-tahun ke depan kita bisa membangun masyarakat yang lebih dewasa, yang lebih mampu mengaplikasikan hak dan tanggung jawab secara lebih egaliter. Yang bukan hanya menjadi pemaaf dalam pengertian gemar meminta dan memberi maaf, tetapi juga menjadi masyarakat yang malu bila meminta maaf terus menerus, dan mengulangi lagi kesalahan yang sama. Untuk saudara-saudaraku yang beragama berbeda dengan kami. Maafkan kami. & Terimakasih.

Ikan Kecil di kolam besar VS Ikan Besar di kolam kecil

October 3rd, 2007 by tinikawai

890080269l Kadang dalam kehidupan ini dihadapkan dengan 2 pilihan. Untuk memutuskan dua pilihan tersebut tentulah sulit, misalnya kalo ditanya “Tin, kamu mau pilih jadi ikan kecil di kolam yang besar atau jadi ikan besar di kolam yang kecil?”. Ini dua pilihan yang sulit bukan??? Apalagi misalnya ada seekor ikan yang sebelumnya biasa-biasa saja, lama-lama merasa sudah menjadi ikan besar berada di kolam kecil. Dan itulah sebabnya, si ikan tersebut jadi susah untuk menjadi ikan kecil di kolam yang besar. Sebagai contoh, mungkin dulu waktu SD atau SMP sampai jenjang perguruan tinggipun seseorang terlihat menonjol (baca : berprestasi), tetapi kalau dibandingkan dengan ikan-ikan di kolam2 lain di luar sana, apalah artinya seorang ikan besar di kolam yang kecil tersebut??i. Namun, sekarang sang ikan besar yang berada di kolam kecil barulah sadar, kalau melulu..terus menerus.. berada di kolam yang kecil dan sudah dengan puasnya (baca : nyaman dengan posisi uenak) menjadi ikan besar di kolam yang kecil, maka kemampuan, ilmu dan interaksi sosialpun mungkin kurang bervariasi (baca : kurang berkembang). Kenapa dikatakan demikian?? Yaiyalah, karena diri kita nggak termotivasi untuk belajar dan belajar. Kalau di kolam kecil, target dan batas kepuasan cuma ada di diri kita sendiri, karena merasa puas dan merasa sudah ok dibandingkan dengan ikan2 di dalam kolam tersebut. Dengan adanya perpindahan dari kolam kecil ke kolam besar inilah, semua nilai2 kehidupan harus mulai dibangun lagi, dengan kata lain si ikan besar yang tadinya berada di kolam kecil ini menjadi tau dunia luar dan jadi tau rasanya menjadi ikan kecil. Mungkin dengan proses inilah, berharap ikan kecil di kolam yang besar ini bisa tumbuh dan berkembang menjadi ikan besar di kolam besar :). Namun tentunya dengan proses yang amat sangat melelahkan pastinya :) Ja’ Gambarimashou (baca : ayo semangat!!!!)

WISATA KULINER 28-30 JULI 2007 BERSAMA GARUDA INDONESIA & PEMKOT SOLO

July 31st, 2007 by tinikawai

Img_1528 DAY 01 Sabtu jam 03.45 alarm ponsel gue udah teriak….teriak…, berat banget deh untuk melek dan bangun, secara semalam gue tidur jam 00.30 karena habis ada resepsi adiknya Mba Rima (temannya mbakku) di Balai Samudra, kira-kira 03.50. Setelah mandi, gue langsung jalan dengan langkah seribu, keluar rumah sekitar pukul 04.20. Alhamdulillah nggak lama nunggu taxi, langsung deh naik, kebetulan memang taxi dengan nama baik tentunya, makanya gue langsung naik2 aja. Begitu masuk, gue langsung bilang ke supirnya “pak, tolong ya, kalau bisa dipercepat, karena saya mesti take off jam 6 pagi”. Ini perjalanan gue pertama tanpa dianter dan terpagi heheh. Sering sih jalan sendiri, tapi nggak sepagi ini :). Perjalanan kali ini diadain oleh Garuda Indonesia, Pemkot Solo dan bekerjasama dengan 5 radio station (Hard Rock FM, Jak FM, Delta, Sonora, Kosmopolitan dan 1 stasiun TV Jak TV) di Jakarta dari dengan target usia pendengar yang berbeda-beda. Gue sendiri dari pendengar Hard Rock FM. Alhamdulillah jalanan lancar banget…dan finally….senang banget sudah memasuki gerbang airport dan membaca tulisan Have a nice flight. Semoga perjalanan kali ini menyenangkan, walau sendirian, dalam arti, gue pergi dengan orang2 baru yang belum gue kenal sebelumnya. Jam 04.55 gue sampai di KFC terminal 2F sebagai meeting point kami. Pas gue keluar taxi, gue lihat segerombolan orang dengan dress code merah sudah jalan menuju pintu masuk, tanpa berpikir panjang dan dengan modal muka tembok, gue langsung menyapa dan kenalan dengan salah satu cewe yang ada di barisan paling belakang “mbak, mbak,, mau ke Solo ya??”. Mereka namanya Metta dan Susi. Senangnyaaa….Huh…gue menarik napas, Alhamdulillah nggak telat. Senangnya.. Ternyata mereka ramah-ramah semua, jadi gue nggak kesulitan untuk beradaptasi. Heheh. Kira2 pukul 05.25 kami mendapat tiket dan siap2 boarding. Jam 05.30 mumpung masih sempat sholat, aku sholat shubuh dulu dan kenalan deh sama Riska. Awal kenal sih keliatan pendiem banget, tp ternyata…lucu juga :) Aku dapet seat pas disebelah Metta. Kata anak2 sih Metta ini mirip Dewi Persik, tapi emang menurut gue iya juga sih..hehe. Sampai di seat row, ternyata seat gue udah ditempatin orang dan dia ngajakin gue tukeran, secara kata dia, dia takut duduk di window. Wah…senangnya, kebetulan, malahan gue lebih suka duduk di window daripada di aisle seat. Dia namanya Dina. Walhasil perjalan CGK-SOC 50 menit nggak kerasa, secara gue, Metta dan Dina asik ngobrol ngalor ngidul, tau2 ada announcement kalo kita udah siap2 untuk landing. Alhamdulillah smooth landing, on time dan selama perjalanan, gue sempet jeprat jepret amazing sunrise dan cabin. Jam 06.55 kami sudah sampe di Bandara Adi Sumarmo dan disambut oleh bapak Dinas Pariwisata Solo dengan tari merak dan kalungan bunga hehe. Duh senangnya….Thanks to mba Afifa yang udah motretin gue sama penari merak hehehImg_1464  Feel like home deh kalo udah sampe Solo. Setelah salaman dengan bapak-bapak dinas pariwisata, kami mendapat selembar kartu agenda acara 28-30 Jul. Agak sedikit kecewa sih, karena hotel yang akan gue tempati bukan di Lor Inn seperti rencana awal, tapi di Roemahkoe, karena pemilik Roemahkoe menawarkan agar kami menginap disana, jadi Pemkot ya nggak bisa berbuat apa-apa. Hotel kami dibagi 2, Sahid Kusuma dan Roemahkoe Bed & Breakfast di Jl. Dr. Radjiman. Img_1520 Setelah liat tari merak, kami menuju bus AC Nabila Transport dengan 2 bus (1 kecil dan 1 besar), kami dipandu langsung pemandu dari dinas pariwisata Solo, yaitu Mas Mufti dan Mas Ari dan langsung menuju Soto Gading di daerah Jl. Veteran. Tak lupa, gue sempet foto2 dan kenalan sesama peserta tour juga hehe. Senangnya, ternyata yang narsis difoto bukan gue doang.heheh. Soto Gading tuh enak banget deh, kuahnya bening dan sedap banget, temannya makan soto ini, ada sosis Solo, Paru goreng, otak sapi, dll (kolestrol nih hehe) Img_1469 Setelah dari sarapan solo di Soto Gading, kami menuju Museum Batik Danar HadiImg_1480_1 . Disana kami belajar ngebatik dan diperkenalkan proses ngebatik. Setelah puas foto2 di museum batik, kami langsung menuju Keraton Kasunanan. Disini kami dipandu langsung oleh anaknya PB XII, tapi maaf, gue lupa namanya J Sudah berkali2 gue pulang kampung dan sudah berkali-kali gue datang ke keraton ini, tapi tetap saja senang banget kalo ngambil foto arsitektur2nya. Puas keliling keraton, kami makan siang di Tengkleng di Pasar Klewer. Serunya, ini tengkleng macem2 aja, semua dimasukin disitu, dari kupingnya kambing, daging, sikil, pipinya kambing, limpa, wuh…seru deh, makannya juga pake daun yang dililit lidi (dibaca pincuk). Setelah kenyang kami sempatkan untuk cari oleh2 di klewer, gue beli kain gendong batik hijau dengan corak kipas. Kelar belanja di kelewer, kami ke kampung batik kauman (butik milik pak Gunawan Setiawan), lalu ke Pecel Solo. Pecel Solo tuh juara banget deh, rasanya khas, kencurnya kerasa, trus sambal pecelnya ada yang terbuat dari wijen (bukan kacang tanah), minumnya es beras kencur, mak nyus…… Dari Pecel Solo, kami langsung check in di hotel, istirahat, mandi. Gue sekamar sama mba Ninik. Setelah keliling hotel dengan gaya butik hotel ini (baca Roemahkoe bed & breakfast), sekitar pukul 19.00 kami ke tempat sego liwet lesehan. Suasananya ngangenin banget deh, secara ada sinden yang nyanyi campur sarian trus sego liwete….hmmmm uenak tenan……Abis makan, kami sempat nyanyi bersama dan tepuk2 tangan(tepuk tangan ala campur sari). Setelah kenyang, jam 19.30 kami langsung menuju sriwedari untuk nonton wayang orang. Ternyata salah satu pemain gamelannya, ada bule lhoImg_1703 . Di agenda sih wayangnya selesai jam 21.00, tapi ternyata molor sampe jam 23.00. Padahal gue udah janjian sama Hasan (ponakanku), untuk jemput gue ke hotel dan ke rumah bude Munah(kakaknya bokap gue). Jam 23.00-00.20 kami ngobrol ngalor ngidul di wedangan Manahan (wedangan pak Kumis). Seru banget, disana gue minum ronde, wedang jahe tape (air jahe biasa, tetapi dicampur dengan tape ketan), pisang crispy (pisang yang digoreng, lalu dibakar dan disiram coklat, keju, kalau dimakan kres banget, garing) dan minum wedang jahe tape (wedang jahe biasa, ditambahkan tape ketan di dalamnya). Meskipun gue udah lemes banget n setengah melayang karena kurang tidur, tp tetep semangat 45, hehe. Jam 01.30 kami sampai di tempat gudeg ceker yang fenomenal itu. Hehe, bayangkan saja, Solo yang terkenal dengan kota yang melek 24 jam, jam 01.30 masih rame banget pada ngantri gudeg ceker. Secara gue penggemar ceker, baik direbus, diungkep atau digoreng. Cekernya emang enak banget, tulangnya lunak, tapi mbo’ yo, ojo nganti ngantri sampe kayak segitunya dong, dahsyat banget deh. Sampe2 ada anak kecil yang ikut ngantri lesehan. Sayang, camera gue nggak secanggih itu untuk motretin para penunggu ceker dan ceker secara jelas, karena lumayan gelap di jalanan ini. Pukul 02.20 akhirnya kami sampai juga di hotel dan langsung tidur dengan nyenyaknya.

DAY 02 Jam 05.30 gue bangun, sholat, mandi dan dijemput Hasan untuk ke rumah Bude Munah. Kira2 1 jam ngobrol2 disana, gue langsung pamit, karena waktu nggak memadai. Jam 08.30 kami sempat foto2 dengan pemilik hotel (Ibu Nina Akbar Tanjung) dan langsung menuju festival batik nusantara di balaikota. Disana ada 1000 anak usia TK-SD yang ngebatik di kain panjang dan kain-kain kecil. Gue sempat beli rok juga disini ;). Tidak jauh dari balai kota, kami sempatkan untuk melihat lomba manah di alun2 yang diikuti oleh bapak2 dan ibu yang memakai pakaian kebaya dan lurikImg_1876 . Dari situ kami langsung menuju Sangiran (museum purbakala) dan candi sukuh (di Karang Anyar). Sebelum sampai di Candi Sukuh, kami makan siang di sukuh cottage, karena bus kami nggak kuat nanjak, maka kami ganti bus kecil dan jalan kira2 500an meter (tapi medannya menanjak). Walhasil, dari situ pegel2 semua rasanya. Di Sukuh Cotage viewnya bagus banget, kami makan di puncak sambil melihat view di bawahnya. Selama perjalanan Solo-Sangiran-Karang Anyar- Solo, panitia bagi2 door prize. Ada yang berupa voucher massage di hotel, batik, tiket JKT-KL, voucher makan di café, souvenir dari garuda,nonton konser tompi dan up grade first class. Sebenernya yang paling gue incer sih tiket KL dan paket batik seharga 1 juta, tapi mungkin bukan rejeki gue kali ya hehe, akhirnya gue dapet up grade untuk tiket pulangnya dari ekonomi ke first class. Dari Candi sukuh, kami menuju ke Loji Gandrung (rumah pak Walikota)Img_2250 . Disini pak walikota ,menjamu kami dengan mie toprak (mirip soto mie). Rasanya uenak tenan deh. Di loji gandrung, pak Walikota mempresentasikan kemajuan Solo yang kian pesat dan kami dipersilahkan memberikan masukan2 mengenai Solo untuk kemajuan kota dan kami mengungkapkan kesan2 kami selama di Solo. Pak walikota (namanya pak Jokowi) sangat ramah dan menerima kami dengan baik, kami diperlakukan seperti tamu penting atau seperti duta wisata hehe. Kami mendapat souvenir topeng batik yang dibingkai, di beri tanda tangan dan pin keris berwarna emas. Setelah puas foto2 dengan pak walikota (yah kali aja gue diangkat jadi mantu heheh) dan rumahnya yang keren buanget arsitekturnya, kami pamitan pulang dan menuju Pusat Grosir Solo (PGS). Di PGS kami mendapat goody bag dan makan2 di Solo Food Festival. Kira2 sekitar pukul 22.45 kami sampai di hotel untuk istirahat.

DAY 03 Gue bangun pagi jam 05.30, sehabis sholat dan mandi, gue langsung menuju ruang makan. Ternyata pihak hotel menyediakan cabuk rambah plus mbok2nya, seperti kemarin mereka juga menyewa mbok mbok jamu (tapi gue nggak ikutan minum, karena free program, gue sowan ke rumah bude). Cabuk rambak itu seperti ketupat yang diberi sambal yang terbuat dari wijen, cabe dan kelapa, trus makannya pake gendar. Wah enak banget deh. Trus aku juga makan ketan puli yang rasanya mirip kelepon, Cuma bentuknya hanya berupa seperti jadah yang disiram jurik (baca = gula merah yang dicairkan). Habis makan, gue sempet jalan2 ke belakang hotel, ke perkampungan batik Laweyan dan sedikit hunting foto jugaImg_2035 . Setelah puas foto2, kami pamitan dengan management hotel, foto bareng dan check out. Pagi ini kami langsung menuju Soto Kirana untuk sarapan. Disini sotonya mirip soto gading, tp menurut gue sih lebih mantep lagi rempahnya. Temannya makan soto ini yang paling enak ya parunya..kempripik tenan. Sudah kenyang sarapan, kami menuju ke serabi notosuman dan abon varia. Img_1595 Nggak jauh dari abon varia, ada toko jamu (= baca akar sari), disana gue beli wedang serbat, mangir dan tawas. Katanya sih tawas ini selain menghilangkan bau, juga bisa merontokkan bulu ketiak hehhe. Puas shopping di daerah coyudan, kami menuju ke Orion (daerah Jl Urip Sumoharjo), untuk beli bolu lapis mandarijn. Sip..banget deh, lengkap sudah hunting gue kali ini. Perut kenyang, shopping barang dan makanan juga sampun cemepak (=baca lengkap). Habis dari orion, kami ke PGS (pusat grosir Solo), secara uang cash juga udah semakin menipis, next destination kami ke Keraton Mangkunegaran, tapi sayang nggak ketemu Paundra Karno. Heheh. Kira-kira jam 14.15 kami meninggalkan PGS, menuju Loji Gandrung untuk pamitan sekaligus dhuzur dan makan siang disana. Img_2245 Ke Loji Gandrung yang kedua kalinya ini disambut dengan lebih meriah, makanannya pun cemepak (= baca lengkap) banget. Makanan yang disajikan ada bebek kremes, oseng-oseng kikil, sop buntut, gepuk, paru goreng, trancam. Dessertnya aja macam2 bubur (sumsum, mutiara, candil), gempol pleret dan dawetImg_2092 . Seandainya perut gue dapat bicara dan jeans gue dapat teriak, mungkin mereka akan bilang “stop Tin!!!, cukup….bisa mledak ini perut hehhe”. Kenyangnya pol deh. Makan siang ini juga ditemani oleh para PNS dan putra putri Solo 2006 (kayak abnon kalo di Jkt). Setelah selesai, kami foto2 dan pamitan sekali lagi sama pak walikota. Sedih dan terharu banget deh ninggalin ini kota. Membuat gue pengen rasanya tinggal disini tapi tentu saja dengan pendapatan sama dengan di Jkt, hehe, bisa nggak ya???Img_2249 . Sekitar pukul 15.50 kami sampai di Bandara Adi Sumarmo. Sebelum turun dari bus, gue dapet giliran on air di hard rock FM mengenai kesan2 gue selama disini, kira2 10 menit kemudian baru deh gue ngepak2 barang dan semua bawaanku aku masukin bagasi. Jumlah peserta 35 orang, total berat bagasi kami 74 kg, hehe, dasyat juga ya, dasar cewe, kalo udah ke tempat perbelanjaan yang murah ya kalap deh ;). Tapi enaknya, walaupun excess baggage, tetep nggak kena charge tambahan karena ditanggung garuda hehe. Senangnya, secara gue juga belom pernah naik pesawat dengan c class or first class, ya gue nikmatin aja fasilitas yang ada heheh. Perjalanan pulang kali ini gue mengalami masa2 jaim, karena di sekitar gue banyak pejabat2, seperti Pakubuwobo XIII dan bu Nina Akbar Tanjung, serta ada mentri yang maaf, gue nggak tau namanya, hehe, karena itulah, gue nggak bisa cengengsan di cabin pesawat hehe. Nggak kerasa perjalanan begitu cepat…wah…welcome to Jkt, welcome to the jungle and welcome to my world. Ketemu Bos, senior, meeting, Jepang dan Jepang lagi….. Huh….. (tarik napas). Wah senangnya di first class, semua-semua didahulukan, seperti bagasi dan yang lain2nya. Sampai di Bandara kami disambut oleh pihak Garuda Indonesia dan mendapat goody bag jam dinding dan miniatur pesawat garuda. Perjalanan gue kali ini menyenangkan banget, always smooth landing and on timeImg_2272 . Setelah itu, inilah saatnya buat perpisahan, hiks…..kami baru kenal, tapi serasa sedih aja pisah and cipika cipiki sama semua peserta tour. Thanks lot to Garuda Indonesia (termasuk Mas Riza sebagai Sales Manager dan Mba Rina sebagai Product Development Manager), Pemkot Solo (termasuk pemandu kami dari dinas pariwisata, Mas Mufti dan Mas Ari), dan Hard Rock FM sebagai supported media, dimana dari hard rock gue tau semua tentang program wisata kuliner tantangan anti diet ini. Thanks lot semuanya. After all, FYI, per orang hanya mengeluarkan biaya Rp. 600.000 untuk semua-semuanya :) (keluar uang cuma buat belanja kebutuhan masing2 untuk oleh2). Pulangnya, gue nebeng salah satu peserta yang rumahnya ternyata nggak jauh dr rumah gue, Alhamdulillah, ngirit taxi ;), makasih buat Mba Fitri, Mas Ido dan Mas Hendi. Img_1520_1 More photos bisa dilihat di www.tinikawai.multiply.com. Thanks fot visiting my blog

Long Weekend 17 May 07

May 19th, 2007 by tinikawai

Karena long weekend kali ini bertepatan dengan hari krisis nasional, alias tanggal tua, sakuku tak ada hehehe, akhirnya aku memutuskan utnuk jalan2 di dalam kota saja bersama ponakanku, mbak2ku dan Arief. Pagi ini ada kelucuan yang terjadi, aku bangun jam 6.15 pagi, dengan mata yang teramat berat, aku kaget, karena biasanya jam segitu aku sudah mandi dan siap2 kerja, aku teriak ke tanteku yang biasanya membangunkan aku dan teriak ke mamiku juga "waduh…", gak lama kemudian aku baru sadar…. "oh iya, ini tanggal merah dan aku kebetulan lagi berhalangan sholat, jadilah aku nggak dibangunin sampai jam 6 lewat. Uhhhh dalam hati aku bersyukur, alhamdulillah, aku kira kesiangan…gak kebayang deh kalo emang bnr2 weekday aku kesiangan gt, bisa2 aku gak mandi kali ke kantor. Hehehe.

Hari ini sampai Minggu aku libur dan karena mau liburan di dalam kota, aku inget ajakan temanku, Ani untuk mengunjungi sekolah alamnya. Ani adalah temanku waktu aku kerja di Kinokuniya. Dia sekarang mengajar di sekolah alam, Cikeas. Saung_2

Pagi ini niatnya mau nyuci mobil, tp karena males banget, akhirnya aku cuma ngelap2 pake kemoceng aja.Heheh, setelah Arief jemput, langsung deh kami ke limus dan langsung ke kawasan Cikeas. Ternyata sekolah alamnya dekat sekali dengan rumahnya Pak SBY, memasuki gerbang sekolah Cikeas, serasa masuk ke restoran yang bernuansa sawah deh, hehe, jadi inget waktu ke cianjur. Tempatny asri banget. Tp karena Aninya belum dating dan karena sudah waktunya Dzuhur, maka kami sholat di mesjid istiqomah, mesjidnya SBY. Setelah sholat kami langsung kembali ke sekolah alam lagi, bertemu Ani dan langsung Ani meng”guide” kami keliling sekolah. Disana banyak tanaman yang diberi nama berdasarkan si penanam. Jadi kalau aku sekolah disana, pasti ada nama sasha atau Tini yang digantung di pohon2 hehe..

Tidak jauh dari gerbang masuk, banyak berjejer tempat sampah yang sudah diidentifikasikan sesuai pemilahan sampah, misalnya plastic, fiber, glass, paper, hazardous, banyak deh jenis2 sampah, sampai aku gak hafal. Trus Ruangan2 kelasnya berbentuk saung2, kegiatan sekolahnya banyak dilakukan di alam terbuka, kelihatannya asik deh kayaknya. Trus ada juga ruangan yang menyediakan internet juga. Mkn_rumput_hyu

Sampai di kandang sapi dan kambing etawa, Ani menjelaskan menegenai urin sapi yang bisa diolah menjadi bahan bakar pengganti minyak tanah. Wah ternyata aku baru tau nih, gak nyangka ya???ternyata urinnya itu mengandung gas hehehe. Setelah selesai aku ngasi makan rumput ke hewan2 tersebut, aku hunting2 foto dan pulang deh…..Padipadi

Nggak jauh dari cikeas, ada bakso yang lumayan enak, namanya bakso sukowati, katanya sih ini bakso sering dibooking sama pak SBY. Keesokan paginya, aku beres2 kamar dan nyuci mobil . Ternyata di pohon ndaru halaman rumahku ada kupu2 yang cantik banget bertengger disana, tp karena tanganku basah, jadi gak mungkin dong aku megang camera, tar cameraku basah, bisa2 aku nangis dayak lagi, heheh. Setengah jam kemudian, stlah aku nyuci mobil, ternyata tuh kupu2 masi "menclok" disitu. Jangan2 kupu2 itu jelmaan pangeran or emang kupu2 narsis yang dengan rela menantiku bertengger di pohon ndaru itu hehhe. Tanpa berpikir panjang, aku langsung ngambil cameraku n jepret…jepret… Kupu2 itu cuantik tenan deh….Tutul_butterfly18may_1

I wish this long weekend can refresh me and give me more power n spirit in Monday morning. GANBARIMASHOU

More photos u can visit www.tinikawai.multiply.com

Fotografi Fun trip

May 1st, 2007 by tinikawai

CIWIDEY PHOTOGRAPHY FUN TRIP

Finally tgl 28 April aku jadi juga jalan2 lagi, hehhe…Setelah seminggu aku penat dengan kerjaanku, sampai sampai aku jarang di mejaku karena seharian meeting.Tapi yang pentingkan semangat kerja masi ada heheh.

Pagi ini mataku serasa ada alarmnya, padahal wakerku belom bunyi, pas aku lihat jam, ternyata baru jam 4 shubuh. Padahal semalam aku tidur jam setengah malam.Hehehe.

Sekitar jam setengah 5 aku bergegas mandi dan ga sempet sarapan.Souganai…akhirnya aku makan di mobil. Senangnya…aku dan mba Ning segera menuju ke meeting point di Hotel Sultan. Sampe disana, entah knp, aku kira meeting point di laguna tower, setelah Tanya sana sini, muter2 + olahraga pagi, akhirnya aku telpon aja Mas Yoshi, panitia trip ini, ternyata meeting pointnya bukan di lagoon tower, tapi di Main Tower…waduh…kok gue sampe pikun ya??? Mungkin gara2 aku habis ngurusin hotelnya tamu2 kantor, mereka kan check innya di F/O lagoon tower.hehehe. Walhasil, aku jadi terlihat telat deh, padahal kan nggak hehhe.

Ternyata dapet sarapan JCO n mizone dari panitia, wah..padahal aku dah kenyang makan wafer n susu di mobil.Hehehe. Kira2 jam 7 kurang setelah perkenalan sesama peserta tour dan daftar ulang, kami berangkat ke Ciwidey lewat tol cipularang. Pas lewat daerah cibitung cikarang, aku sengaja pura2 tidur, habisnya bosen tiap hari lewat tol itu hehe..Lama n jauh juga perjalanan ke ciwideynya, sempet merayap didaerah pasar Kopo. Gak lama kemudian, memasuki wilayah ciwidey, pemadangannya mulai membuat mata ikutan “ijo”, asri ngeliatnya, banyak perkebunan strawberry, bawang dan jeruk bali. Seger deh ngeliatnya. Img_0090 Akhirnya jam 10.30an kami sampai di Patuha Resort, resort di kaki gunung patuha.Sebelum sampai ke hotel ini, perjalanannya menanjak n lumayan berkelok, gak kebayang deh kalo nyetir sendiri, kayaknya resikonya besar, secara aku blm merit hehe….Ternyata keren banget deh view hotel ini, lumayan enak, karena aku n mba ning dapet sekamar berdua n hotelnya pake arsitektur kayu jati gitu. Habis check in, kami dan pak Yupa (Yusuf paulus), tutor photography kami diskusi foto.Banyak juga ilmu yang gue dapet dari trip ini, wah..senangnya… Img_0186 2 hari ini agendaku padet banget, abis diskusi foto, makan siang, sholat n berangkat ke situ patenggang (spellingnya patengan or patenggang, ga tau juga deh hehe). Disana kami hunting foto. Istilahnya “akhirnya aku kalap liat kebun teh yang tebentang luas dan pemandangan yang indah bener…..”, Semua angle aku jepret deh, dari kebun, gunung, tukang buah, anak2, perahu, danau, pohon, laba2, dll dehImg_0119 .Setelah puas jeprat jepret sana sini akhirnya aku n temen2 ke pulau asmara dan batu cinta. Konon katanya yang ke pulau ini akan dapet jodoh…halah….gini hari kok masi percaya mitos hehe. Tapi tetep yang namanya banci foro gak di perahu dan di kebun gak di pulau, aku juga ikutan pose dong hehe.Tapi tripku kali ini mungkin perbandingan antara foto2 narsisku dan foto2 pemandangan, ya lebih banyak yang landscapenyalah, namanya aja jauh2 ke ciwidey buat hunting fotoCimg0076 . Rencanya sih mau foto sunset, tapi cuaca berkata lain, karena berkabut dan sempet hujan 1 jaman. Sambil nunggu hujan, kami minum bandrek di warung, hiiii dingin euy…., akhirnya kami  ga bisa menemukan sunset deh….hiks….But tetep, puas banget jeprat jepret sana sini dan habis iini kami langsung kembali ke hotel..

Sampai di hotel kami mandi, sholat magrib, makan dan diskusi foto lagi. Hiks…fotoku n temen2ku dikritik abis.But, seneng banget, dengan dikritik kan kami bisa tambah ilmu n jadi tau kesalahan kami, hehe.Thanks pak Yupa atas kritiknya, next time aku harus lebih peka sama detail2 sekecil apapun yang bisa menggangu keindahan foto itu.

Seru banget deh tour kali ini.

Setelah puas ngebahas foto sambil minum bandrek, makan jagung rebus, kacang rebus n singkong goring, kami akhirnya tidur jam 11 malam. Sekitar jam setengah 5 shubuh kami sudah dibangunin sama Yoshi, morning call n langsung ganti baju. Heheh ketauan deh gue kalo gak mandi karena dingin, Biar ga ketauan kalo gak mandi, aku ganti baju aja hehehe.. Sekitar jam 5.20an kami berangkat dari hotel menuju kawah putihImg_0266 . Pemandangannya bagus banget deh, di tengah jalan kami berenti untuk motret sunrise. Kami ganti kendaraan dari bus ke colt, karena emang bus ga memungkinkan untuk lewat jalan ke arah kawah putih. Sampai di kawah putih seneng banget, liat kawah yang berasap dan bagus untuk foto. Tapi gak lama kemudian datang deh pengunjung2 lain yang ganggu aktivitas foto2 kami heheh, pdhl tadinya enak banget tuh suasananya sepi2 gitu.

Cimg0146 Setelah puas di kawah putih, kami sarapan nasi goreng n langsung menuju ke Buperta Ranca Upas. Disana kami juga foto2 n aku menemukan ulet narsis yang gila foto hehehe. Habis dari ranca upas, meskipun agak kecewa karena ga ketemu Rusa, Img_0361 tp ttp asik2 aja sih, trus kami kembali ke hotel, makan dan check out. Sebelum check out kami foto2 bareng, untuk dimuat di majalah Tamasya edisi Mei.

Perjalanan pulang ke Jakarta, kami mapir ke perkebunan strawberry yang bisa petik sendiri, dan momen itu aku sempetin juga untuk foto2 hehe. Img_0415 Img_0418 After that….welcome to Jakarta……and bye bye sama temen2 di Sultan Hotel. Nice Trip……puas..puas…puas…

Teman Perjalananku Tj Priuk-Cibitung

April 11th, 2007 by tinikawai

Long weekend akhir pekan lalu (6 April 2007), aku pergi ke Bogor, karena agak kesiangan, pas keluar tol, pas banget waktunya untuk sholat Jum’at, sambil menunggu Arief sholat di Mesjid Agung Bogor, aku dan mba Yanti ke Gramed, belum terpikir sih mau beli apa, tp pas sampe bagian new release books, aku lihat banyak buku2 bagus….Akhirnya aku jadi inget pembicaraan beberapa minggu yang lalu di milist tamasya dan di milist Jalan sutra, mereka ngebahas Travelers’ Tale. Fba3626840749f6f9ebea819752aaee8 Tanpa pikir panjang, karena Arief dan mba Ning sudah nelpon aku untuk cepetan balik ke parkiran, akhirnya aku Cuma beli 1 buku deh, senangnya…akhirnya beli juga buku Travelers’ Tale L, heran deh, kok arief sholatnya cepet banget seh, ga bisa ngeliat orang yang lagi kalap liat buku2 bagus deh J. Hari ini buku itu hampir selesai aku baca, ceritanya bagus banget, bisa membuat pembacanya melanglang buana, bisa membuat pembacanya serasa di negeri orang sambil traveling ke beberapa negara. Yang serunya lagi, setelah baca buku ini, bisa bikin orang pengen travelling….Kebayang dong kalo aku dah mupeng sama traveling or wisata kuliner J Travelers’ Tale mengisahkan tentang 4 orang cewe cowo yang bersahabat dari SD sampai SMA. Ceritanya sekarang mereka berumur 30 tahun dan sudah kerja di luar negri, di 4 kota terpisah. Farah di Hoi An (Vietnam), Retno di Copenhagen, Yusuf di Cape Town (Nairobi, Afrika) dan Francis di Kansas City (Amerika). Inget Nairobi aku jadi inget one of my friend, namanya Yani, dia kira2 udah 1 tahun disana, kami masih sering smsan dan email2an, kata dia sih disana cowonya ganteng2, tapi ada yang kayak Ucup gak ya??? Kocak..Hehehe…Buku ini menceritakan tentang aktivitas mereka dan ada flash back ke masa mereka sekolah dulu. Buku ini describe-in suasana di luar negri banget n ada juga tips2 terselubung buat yang mau jalan-jalan, tepatnya petuah-petuah buat yang belom pernah ke daerah situ. Dari ke-4 tokoh disitu, yang buat aku iri kayaknya Cuma si Retno. Disitu ceritanya yang namanya Retno anaknya manis banget, Jawa abis, halus lembut lemah gemulai, smart n beauty deh. Dia kerja jadi staff KBRI di Copenhagen. Beda banget sama aku kan??aku pernah ikut tes Deplu, pengennya sih jadi staff KBRI gitu or diplomatlah, tapi sudah pupus sudah padahal baru tes pengetahuan umum di tahap awal. Hehehe. Ketauan Ooonnya deh… J Balik ke cerita buku ini, mereka akhirnya bertemu di Barcelona untuk menghadiri resepsi pernikahannya Francis. Setelah sekian lama mereka gak ketemu, karena setelah SMA masing2 kuliah dengan jurusan berbeda dan Francis sekolah ke University of Missouri di Kansas. Yang suka jalan, kayaknya kudu mesti wajib baca buku ini, konyol2 juga kalo liat tokoh yang namanya Yusuf or yang Ucup…. Aku certain nih secara singkat : Keempat orang bersahabat dari kecil. Di masa SMA mereka mulai saling jatuh cinta tanpa pernah tersampaikan. Retno dua kali menolak Francis padahal sebenarnya Farah memendam cinta pada pria itu. Menambah masalah jadi pelik, Jusuf juga sebenarnya menyayangi Farah. Mereka tumbuh besar dan bekerja di negara berbeda. Masalah dimulai ketika Francis mengirimkan undangan kepada tiga sahabatnya bahwa dia akan menikah dengan gadis Spanyol di Barcelona. Masing-masing pergi menuju Barcelona meski dengan budget terbatas dari penjuru yang berbeda dengan misi tersendiri. Mencari jawaban untuk pertanyaan masing-masing. Wah wah…aku dibayar berapa nih untuk promo ini buku??? Hehhe. Untuk Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidajat, & Ninit Yunita jangan lupa promosiin balik kalo one day bukuku bisa diluncurkan J Selamat membaca teman-teman……

Welcome to The New Jungle

March 23rd, 2007 by tinikawai

MENAPAKI TEMPAT MENGAIS REJEKIKU YANG BARU

Selasa, 20 Maret 2007

Menapaki lahan baru, sawah baru, ruang baru, suasana baru yang dapat dikatakan akan menjadi rumah ke-2ku…….. P1011268_1 P1011270_1 I hope much much better than past. Sejauh ini, sampai sekarang masi so far so good..menyenangkan sekali.Orang-orangnyapun helpful dan ramah (ada beberapa yang jutek sih, (tp mungkin karena tak kenal maka tak sayang).Semoga sampai besok-besok juga akan tetap menyenangkan. Bos baruku sedang business trip sampai tgl 22, jadi beliau baru masuk tgl 23. Awal pertama ketemu, ya saat interview. Orangnya terlihat ramah banget, lucu, ngertiin anak buah banget n kebapakan banget. Hehehe….Ini baru dilihat dari soft lensenya seorang Tini lho,heheh. Tp aku dengar dari rekan2 kerjaku disini, memang beliau orangnya baik banget. Beberapa hari kerja, aku hanya diberi beberapa lembar kertas yang isinya mengenai panduan kerjaannku. Semuanya harus kupelajari secara autodidak, mengikuti apa yang tertulis disitu. Tapi sayangnya, sepertinya kurang lengkap dan sepertinya ada beberapa kesalahan penulisan nama file. Misalnya disitu tertulis “untuk list restoran yang biasa dibooking perusahaan, cari di file folder resraurant. Padahal setelah kucari2, nama foldernya bukan “restoran”, melainkan listing. Itu baru bbrp contoh kecilnya, contoh2 lainnya ya masi banyak lagi. Lalu aku juga harus inisiatif Tanya sana sini dan inisiatif (terkesan agresif, ga enak juga karena disini mayoritas kaum adam hehe). Misalnya, aku gak detraining mengenai production flow process disini, akhirnya aku langsung on the spot ke genba (plant), langsung cari siapa junior supervisor atau siapa orang yang bisa aku tanyain, dengan PDnya aku langsung kenalan n Tanya “sibuk ga pak??? perkenalkan, saya sekretaris presdir yang baru, ada waktu gak pak??kalau ada, bisakah saya minta diperkenalkan proses produksi disini dan diajak berkeliling sambil mencari tahu product knowledge?”, hehe Alhamdulillah orangnya baik2. Tapi memang HRDnya yang menyarankan aku untuk aktif seperti itu.Heheh. Semoga gak dikira hiper aktif n carmuk ya???hehehe, soalnya gue ga suka aja kalo emang dinilai gt n semoga pada ga suudzon ke aku. Finally….sampailah tgl 23, hari pertama ketemu bos baru, trus diajak ngobrol2, bahasanya sopan banget (tentulah beda dengan Mr….. heheh). Beliau pake istilah boku (aku), sedangnya si Mr…(ga usah aku sebut namanya kali ya??), beliau pake ore (gue).Trus dia selalu bilang “ichinenkan, zutto ippai iroirona koto wo benkyoushite,ganbatte kudasai.Yoroshiku onegaishimasu” yang artinya “ selama 1 tahun ini pasti banyak yang harus dipelajari, berusahalah n minta tolong ya….Wah pokoknya sopan banget deh. Ini nih baru yang namanya Jepun, sama seperti Jepun2 yang kukenal sblmnya (excep Mr.2….) J

Farewell Party

March 19th, 2007 by tinikawai

Tidak terasa….sudah 2 tahun lebih aku mengais rejeki di PT. Indonesia Chemi-Con dan gak kerasa….sampai juga saatnya aku pindah, meninggalkan suatu lahan dan mencari rejeki di lahan lain, dengan harapan karirku dapat naik naik ke puncak gunung :)) Lahan baru itu adalah PT FDK, atau yang lebih terkenal dengan Fujitsu. Hari ini 15 Maret 2007 adalah hari terakhir aku kerja di Chemi-con dan aku ngadain a little farewell party, sedikit sedih…karena bagaimanapun juga rutinitasku di perusahaan itu harus kutinggalkan. Setelah hari ini puas cipika cipiki sama rekan2 kerjaku, akhirnya kami makan malam di ayam bakar sogo, walau sederhana, tp semoga berkesan (caile…..)

Seperempat Abad

March 12th, 2007 by tinikawai

P3110003_1

Jakarta, 12 Maret 2007

Memasuki gerbang seperempat abad……tidak terasa ya…ternyata sudah tua juga :), dulu aku kalau melihat orang yang usianya 25, aku pasti menganggap dia sudah dewasa, sudah tua, tp setelah aku merasakannya….sepertinya biasa saja….no special…no changes….Mungkin pemikiran jauh jauh berubah, kedewasaan juga jauh-jauh berubah, tp masalah kehidupan sehari-hariku, aktivitasku,spiritku semuanya masi merasa seperti anak muda :).

Alhamdulillah sampai umurku seperempat abad ini, disini, aku masih diberikan kesehatan jasmani, rohani, banyak teman yang baik-baik, keluarga yang selalu mensupport karirku, partner kerja yang baik-juga, meski kadang suka buat aku jengkel dan jenuh :).

Karena merasa masih berjiwa muda, hari ini aku pakai kemeja hijau ke kantor, berharap spirit mudaku akan tetap terjaga, walau wajah kadang terus berlari.

Kubuka gerbang baruku..

Kurasakan bayu baru,

Banyak yang berlari tanpa tau apa yang dikerjarnya

Kuberpijak di seperempat abad

Dengah harap rengkuh kasihNya selalu membimbing

Dalam secercah cahaya gemilang di gerbang muka.

Semoga apa yang selalu kudamba, kuingin, kurengkuh,kuraih, kucapai, kucipta, kukarya dapat kugenggam dgn kemudahan.Amien….Terima kasih ya Rabb….

P3110007_1

Meski awal pagi ini setelah aku bertemu dan berterima kasih di malam hari, seperti rutinitas di awal miladku, kubersimpuh….tanpa terasa raga ini berpeluh dan melemas..sepertinya memang aku terlena gejala flu dan masuk angin, tp mungkin ini karena sering kelewat malam pulang kerja dan kurang istirahat, asthmaku nyaris kumat, but masi bisa terkontrollah….Walau agak kurang enak badan, tp pagi ini kusambut dengan senyuman…Sms berdatangan di inboxku dan E-Card juga banyak mengetuk inbox emailku.Terima kasih semua…..Pagi ini aku mendapat kado dari mbak Yanti sebuah pulpen dan frame berwarna hijau(katanya sih buat ditaro di meja kerja baruku), serta aku juga mendapat kalung ikan berwarna hijau dai mba Ning.Lalu Sore inipun aku mendapat kado dari Ari, my best friend yang kantornya pas disebrang kantorku, kadonya bagus banget, berwarna hijau, sangking bagusnya bungkusnya, sayang juga mau bukanya, kertas kadonya terbuat dari kertas washi berwarna hijau muda.Thanks lot Ri.P3110007   Setelah kubuka ternyata isinya frame dan kotak berwarna hijau, kata dia "pajang fotomu ya di meja kerja barumu nanti", semoga di tempat kerja baru, more fun n more challange.I wish i could work there, but…until now, i don’t know what it the result of my medical check up, so i just can pray n pray…P3110002

BERTANDANG KE PERTANIAN GASOL, CIANJUR

February 28th, 2007 by tinikawai

BERTANDANG KE PERTANIAN GASOL CIANJUR

Minggu 25 Pebruari 2007 berat banget rasanya mata ini untuk melek, alarmku berbunyi terus, sampai akhirnya aku paksakan mata ini untuk melihat jam di HPku, ternyata sudah jam setengah 6. Bergegas aku bangun, sholat, gosok gigi, minum susu dan cuci mobil. Rasanya masih ngantuk banget deh, karena semalam aku dan Futoi ke ultah FLP, Carrefour ratu plaza dan ke Daeng Tata, trus karena Futoi nginep di rumahku, maka kami nonton DVD “Death Note” bareng di kamarku, sampai gak terasa udah jam 2 lewat. Makanya pagi ini Futoi tidur nyenyak. Karena aku ga tega bangunin dia, ya aku rela deh nyuci mobil pagi2….sendirian pula hiks..hiks…, Gpp deh…lagipula

kan

hari ini dia yang nyetir J. Setelah mandi dan sarapan lontong sayur, aku dan Futoi bergegas berangkat, waktu menunjukkan jam 07:30, padahal aku janjian untuk jemput Wuri di UKI jam setengah 8. “Maap ya jeng Wuri, telat nih hehhehe, kali ini doang sih, biasanya aku

kan

ontime always tho???kayak Jepun” hehehe. Finally, jam 8:00 sampai juga di UKI dan langsung masuk tol jagorawi menuju ke Cianjur, tepatnya ke pertanian organic gasol. Sebenernya sih aku ga PD banget nih ke arah puncak, soalnya sudah lama banget gak ke daerah

sana

(kalo ke

Bogor

sering deh hehe), kira2 5 tahun ada kali. Tourku kali ini diadain oleh Pak Bondan, si Kepala Suku milis Jalan Sutra. Wah senangnya…akhirnya bisa juga ikut jalan2, apalagi daerahnya ke daerah Cianjur. Pemandangan selama perjalanan indah…banget…sejuk n seger udaranya. P2241236 Sebenernya kami takut kalo kesasar di daerah sini. Kalau mau bareng pak Bondan, jam 9 kami sudah harus kumpul di dekat pasar Cianjur, yaitu di RM Sudi Mampir. Tp karena kami kesiangan, maka kami langsung aja menuju ke pertanian Gasol. Setelah kami menelusuri jalan dan kami ikuti petunjuk yang diberikan pak Bondan dan Ika (teman milis yang punya pertanian itu), sesampai di Cianjur kok kami ga menemukan tempat yang namanya tapal Kuda ya???. P2241221 Akhirnya karena khawatir, kami Tanya ke bapak2 di pinggir jalan. Alhamdulillah kami ga nyasar, dan kata bapak itu, kami tinggal 6 km lagi untuk sampai ke daerah Tapal Kuda. Katanya sih daerah itu mirip tapal kuda, tapi kayaknya menurutku ga mirip deh J.

Setelah memasuki Tapal Kuda, jalan yang kami lewati semakin menyempit dan menanjak. Udara pedesaaan mulai tercium, terhampar sawah-sawah serta gemericik air sungaipun terdengan. Kami ikuti terus rute dan petunjuk yang kami bawa, tapi lama2…..kok ga sampe2 ya???akhirnya kami Tanya 2 orang mbak2 di jalan, tapi ternyata mereka bilang kami salah jalan dan harus puter balik, wah2….bagaimana muternya dengan jalan sempit seperti ini..tp feelingku mengatakan kami gak salah jalan, karena aku perhatikan banget tiap belokan dan sepertinya gak salah rute.Akhirnya aku telpon aja Ika si yang empunya pertanian gasol. Alhamdulillah akhirnya kata dia sih kami gak nyasar dan sudah deket. Hore..akhjirnya bener juga, akhirnya kami sampe. Sesampainya disana, ternyata pas banget gerombolan pak Bondan mau jalan ke sawah. P2241190 Mereka mengenakan caping menuju sawah dengan dipandu Ika. Disana kami mendapat pengetahuan tentang padi. Ternyata pupuk yang bagus untuk padi adalah pupuk organic, bukan urea. Pupuk ini hasil dari pengolahan kotoran kambing. Kata Ika, kotoran kambing lebih baik daripada kotoran sapi, karena sapi sering disuntik, sedangkan kambing tidak. Kotoran kambingnya dikumpulkan dalam 1 rumah gedeg dan disimpan sebanyak itu untuk dijadikan pupuk.. P2241202_1 Asyik juga jalan2 di pinggir sawah dengan jalan setapak. P2241192 Oppps…ati2…kalo gak ati2 aku bisa berukubang kayak sapi pembajak heheheh J. Ada bebrapa jenis padi yang ditanam di sawahnya Ika, padi pandan wangi, padi jenis ramos, padi BMW (beras merah wangi) dan beras merah biasa. Disini bukan Cuma ada sawah padi aja, tapi juga ditanam terong, terongnya besar2 juga lho, padahal biasanya yang buat lalapan kan kecil-kecil. P2241195 Trus area belakangnya ditanam juga kangkung akar. Kangkungnya gak ditanam dirawa2 seperti yang biasa kulihat, tapi ditanam di tanah. Wah senangnya bisa liat padi yang sudah menguning…Mungkin kalau yang sudah terbiasa tinggal di pedesaan sih akan merasa “ah biasa aja liat sawah”, tp karena aku dari kecil tinggal di Jakarta, ya jarang2 aja liat sawah. Meskipun di daerah tol Cikampek banyak sawah, tapi kualitas sawahnya beda dengan yang disini J.

Setelah lelah juga jalan2, akhirnya kami istirahat di rumahnya Mba Ika sambil makan ubi rebus, bajigur, kacang rebus dan kue Ape.P2241191  Kue apenya gurih banget rasanya mirip sama serabi Notosuman yang ada di Solo. Duh…jadi kangen Solo J. Sambil menunggu masakan matang,  kami belanja dagangannya Mba Ika ini. Ada beras pandan wangi, ramos, beras merah dll, tp sayangnya BMW (beras merah wangi) lagi habis.Wah..sayang ya. Futoi dan Wuri beli beras merah, sedangkan aku beli beras pandan wangi.P2241199

Gak lama kemudian…akhirnya…ini nih yang ditunggu2…makan siang hehehe. Kami makan di daun pisang yang dihampar di atas tikar. Wah…kerasa banget tradisionalnya. P2241213 Tapi karena tempatnya gak meadai, aku, futoi and wuri makan pake piring aja deh. Nyam nyam…enak banget..mak nyus…ada nasi liwet yang dimasak di kastrol, trus ada nasi merah yang wangi..banget…trus ada oseng2 teri yang dioseng masih basah2 dikasi cabe hijau dan petai Hmm…..mak nyus…, bayi ikan mas yang digoreng kering, krupuk, sayur asem2 daging, karedok kacang panjang, tahu goreng, tempe goreng, sambal terasi. P2241212 Wuih…setelah dimakan ternyata pedes2 semuanya…aku lihat ibu Ivone (istrinya pak Bondan) kepedesan tuh hehehe, mungkin karena gak biasa dengan masakan Indonesia yang pedes2 begini. Karena perjalana  jauh, jadi hari ini aku ga usah diet deh J heheh. Setelah foto2, ternyata mbak Ika menawarkan semua makanan untuk dibungkus. Wah…baik banget nih mba Ika. Padahal kami Cuma keluar kocek 25 ribu. Akhirnya aku bungkus aja kue Ape dan oseng2 teri.

Perjalanan pulang kami diguyur dengan hujan yang deres banget. Trus karena kamibelom Dzuhur, maka kami Dzuhur di Mesjid Al Ma’un Di Puncak Pass.P2241249 Emang dasar kami banci tampil binti banci poto, so..tetep dong foto2 heheh.

Sesampainya di Jakarta, aku  dan Futoi ke Glosok, sedangkan Wuri kami drop di UKI lagi dan dia langsung pulang. Ternyata di Jakarta panas euy, gak hujan sama sekali J. Di glodok aku ngeborong dvd drama Jepang dan Futoi beli MP4, trus Futoi beli Liang the, tapi kok menurutku rasanya kayak air cincau ya??? J

Pas Magrib aku sampai rumah dna ternyata mamiku suka banget sama oseng2 teri yang aku bungkus dari rumah mbak Ika dan mamiku juga memuji beras yang kubeli. Tapi mamiku bilang “wah sayang ya kamu ga beli beras merah”. Heheh, aku jadi inget beras merah yang dibeli di Yogya dan sego liwet yang di Solo. Nyam nyam…mak nyus…..