DAY 01 Sabtu jam 03.45 alarm ponsel gue udah teriak….teriak…, berat banget deh untuk melek dan bangun, secara semalam gue tidur jam 00.30 karena habis ada resepsi adiknya Mba Rima (temannya mbakku) di Balai Samudra, kira-kira 03.50. Setelah mandi, gue langsung jalan dengan langkah seribu, keluar rumah sekitar pukul 04.20. Alhamdulillah nggak lama nunggu taxi, langsung deh naik, kebetulan memang taxi dengan nama baik tentunya, makanya gue langsung naik2 aja. Begitu masuk, gue langsung bilang ke supirnya “pak, tolong ya, kalau bisa dipercepat, karena saya mesti take off jam 6 pagi”. Ini perjalanan gue pertama tanpa dianter dan terpagi heheh. Sering sih jalan sendiri, tapi nggak sepagi ini :). Perjalanan kali ini diadain oleh Garuda Indonesia, Pemkot Solo dan bekerjasama dengan 5 radio station (Hard Rock FM, Jak FM, Delta, Sonora, Kosmopolitan dan 1 stasiun TV Jak TV) di Jakarta dari dengan target usia pendengar yang berbeda-beda. Gue sendiri dari pendengar Hard Rock FM. Alhamdulillah jalanan lancar banget…dan finally….senang banget sudah memasuki gerbang airport dan membaca tulisan Have a nice flight. Semoga perjalanan kali ini menyenangkan, walau sendirian, dalam arti, gue pergi dengan orang2 baru yang belum gue kenal sebelumnya. Jam 04.55 gue sampai di KFC terminal 2F sebagai meeting point kami. Pas gue keluar taxi, gue lihat segerombolan orang dengan dress code merah sudah jalan menuju pintu masuk, tanpa berpikir panjang dan dengan modal muka tembok, gue langsung menyapa dan kenalan dengan salah satu cewe yang ada di barisan paling belakang “mbak, mbak,, mau ke Solo ya??”. Mereka namanya Metta dan Susi. Senangnyaaa….Huh…gue menarik napas, Alhamdulillah nggak telat. Senangnya.. Ternyata mereka ramah-ramah semua, jadi gue nggak kesulitan untuk beradaptasi. Heheh. Kira2 pukul 05.25 kami mendapat tiket dan siap2 boarding. Jam 05.30 mumpung masih sempat sholat, aku sholat shubuh dulu dan kenalan deh sama Riska. Awal kenal sih keliatan pendiem banget, tp ternyata…lucu juga
Aku dapet seat pas disebelah Metta. Kata anak2 sih Metta ini mirip Dewi Persik, tapi emang menurut gue iya juga sih..hehe. Sampai di seat row, ternyata seat gue udah ditempatin orang dan dia ngajakin gue tukeran, secara kata dia, dia takut duduk di window. Wah…senangnya, kebetulan, malahan gue lebih suka duduk di window daripada di aisle seat. Dia namanya Dina. Walhasil perjalan CGK-SOC 50 menit nggak kerasa, secara gue, Metta dan Dina asik ngobrol ngalor ngidul, tau2 ada announcement kalo kita udah siap2 untuk landing. Alhamdulillah smooth landing, on time dan selama perjalanan, gue sempet jeprat jepret amazing sunrise dan cabin. Jam 06.55 kami sudah sampe di Bandara Adi Sumarmo dan disambut oleh bapak Dinas Pariwisata Solo dengan tari merak dan kalungan bunga hehe. Duh senangnya….Thanks to mba Afifa yang udah motretin gue sama penari merak heheh
Feel like home deh kalo udah sampe Solo. Setelah salaman dengan bapak-bapak dinas pariwisata, kami mendapat selembar kartu agenda acara 28-30 Jul. Agak sedikit kecewa sih, karena hotel yang akan gue tempati bukan di Lor Inn seperti rencana awal, tapi di Roemahkoe, karena pemilik Roemahkoe menawarkan agar kami menginap disana, jadi Pemkot ya nggak bisa berbuat apa-apa. Hotel kami dibagi 2, Sahid Kusuma dan Roemahkoe Bed & Breakfast di Jl. Dr. Radjiman.
Setelah liat tari merak, kami menuju bus AC Nabila Transport dengan 2 bus (1 kecil dan 1 besar), kami dipandu langsung pemandu dari dinas pariwisata Solo, yaitu Mas Mufti dan Mas Ari dan langsung menuju Soto Gading di daerah Jl. Veteran. Tak lupa, gue sempet foto2 dan kenalan sesama peserta tour juga hehe. Senangnya, ternyata yang narsis difoto bukan gue doang.heheh. Soto Gading tuh enak banget deh, kuahnya bening dan sedap banget, temannya makan soto ini, ada sosis Solo, Paru goreng, otak sapi, dll (kolestrol nih hehe)
Setelah dari sarapan solo di Soto Gading, kami menuju Museum Batik Danar Hadi
. Disana kami belajar ngebatik dan diperkenalkan proses ngebatik. Setelah puas foto2 di museum batik, kami langsung menuju Keraton Kasunanan. Disini kami dipandu langsung oleh anaknya PB XII, tapi maaf, gue lupa namanya J Sudah berkali2 gue pulang kampung dan sudah berkali-kali gue datang ke keraton ini, tapi tetap saja senang banget kalo ngambil foto arsitektur2nya. Puas keliling keraton, kami makan siang di Tengkleng di Pasar Klewer. Serunya, ini tengkleng macem2 aja, semua dimasukin disitu, dari kupingnya kambing, daging, sikil, pipinya kambing, limpa, wuh…seru deh, makannya juga pake daun yang dililit lidi (dibaca pincuk). Setelah kenyang kami sempatkan untuk cari oleh2 di klewer, gue beli kain gendong batik hijau dengan corak kipas. Kelar belanja di kelewer, kami ke kampung batik kauman (butik milik pak Gunawan Setiawan), lalu ke Pecel Solo. Pecel Solo tuh juara banget deh, rasanya khas, kencurnya kerasa, trus sambal pecelnya ada yang terbuat dari wijen (bukan kacang tanah), minumnya es beras kencur, mak nyus…… Dari Pecel Solo, kami langsung check in di hotel, istirahat, mandi. Gue sekamar sama mba Ninik. Setelah keliling hotel dengan gaya butik hotel ini (baca Roemahkoe bed & breakfast), sekitar pukul 19.00 kami ke tempat sego liwet lesehan. Suasananya ngangenin banget deh, secara ada sinden yang nyanyi campur sarian trus sego liwete….hmmmm uenak tenan……Abis makan, kami sempat nyanyi bersama dan tepuk2 tangan(tepuk tangan ala campur sari). Setelah kenyang, jam 19.30 kami langsung menuju sriwedari untuk nonton wayang orang. Ternyata salah satu pemain gamelannya, ada bule lho
. Di agenda sih wayangnya selesai jam 21.00, tapi ternyata molor sampe jam 23.00. Padahal gue udah janjian sama Hasan (ponakanku), untuk jemput gue ke hotel dan ke rumah bude Munah(kakaknya bokap gue). Jam 23.00-00.20 kami ngobrol ngalor ngidul di wedangan Manahan (wedangan pak Kumis). Seru banget, disana gue minum ronde, wedang jahe tape (air jahe biasa, tetapi dicampur dengan tape ketan), pisang crispy (pisang yang digoreng, lalu dibakar dan disiram coklat, keju, kalau dimakan kres banget, garing) dan minum wedang jahe tape (wedang jahe biasa, ditambahkan tape ketan di dalamnya). Meskipun gue udah lemes banget n setengah melayang karena kurang tidur, tp tetep semangat 45, hehe. Jam 01.30 kami sampai di tempat gudeg ceker yang fenomenal itu. Hehe, bayangkan saja, Solo yang terkenal dengan kota yang melek 24 jam, jam 01.30 masih rame banget pada ngantri gudeg ceker. Secara gue penggemar ceker, baik direbus, diungkep atau digoreng. Cekernya emang enak banget, tulangnya lunak, tapi mbo’ yo, ojo nganti ngantri sampe kayak segitunya dong, dahsyat banget deh. Sampe2 ada anak kecil yang ikut ngantri lesehan. Sayang, camera gue nggak secanggih itu untuk motretin para penunggu ceker dan ceker secara jelas, karena lumayan gelap di jalanan ini. Pukul 02.20 akhirnya kami sampai juga di hotel dan langsung tidur dengan nyenyaknya.
DAY 02 Jam 05.30 gue bangun, sholat, mandi dan dijemput Hasan untuk ke rumah Bude Munah. Kira2 1 jam ngobrol2 disana, gue langsung pamit, karena waktu nggak memadai. Jam 08.30 kami sempat foto2 dengan pemilik hotel (Ibu Nina Akbar Tanjung) dan langsung menuju festival batik nusantara di balaikota. Disana ada 1000 anak usia TK-SD yang ngebatik di kain panjang dan kain-kain kecil. Gue sempat beli rok juga disini ;). Tidak jauh dari balai kota, kami sempatkan untuk melihat lomba manah di alun2 yang diikuti oleh bapak2 dan ibu yang memakai pakaian kebaya dan lurik
. Dari situ kami langsung menuju Sangiran (museum purbakala) dan candi sukuh (di Karang Anyar). Sebelum sampai di Candi Sukuh, kami makan siang di sukuh cottage, karena bus kami nggak kuat nanjak, maka kami ganti bus kecil dan jalan kira2 500an meter (tapi medannya menanjak). Walhasil, dari situ pegel2 semua rasanya. Di Sukuh Cotage viewnya bagus banget, kami makan di puncak sambil melihat view di bawahnya. Selama perjalanan Solo-Sangiran-Karang Anyar- Solo, panitia bagi2 door prize. Ada yang berupa voucher massage di hotel, batik, tiket JKT-KL, voucher makan di café, souvenir dari garuda,nonton konser tompi dan up grade first class. Sebenernya yang paling gue incer sih tiket KL dan paket batik seharga 1 juta, tapi mungkin bukan rejeki gue kali ya hehe, akhirnya gue dapet up grade untuk tiket pulangnya dari ekonomi ke first class. Dari Candi sukuh, kami menuju ke Loji Gandrung (rumah pak Walikota)
. Disini pak walikota ,menjamu kami dengan mie toprak (mirip soto mie). Rasanya uenak tenan deh. Di loji gandrung, pak Walikota mempresentasikan kemajuan Solo yang kian pesat dan kami dipersilahkan memberikan masukan2 mengenai Solo untuk kemajuan kota dan kami mengungkapkan kesan2 kami selama di Solo. Pak walikota (namanya pak Jokowi) sangat ramah dan menerima kami dengan baik, kami diperlakukan seperti tamu penting atau seperti duta wisata hehe. Kami mendapat souvenir topeng batik yang dibingkai, di beri tanda tangan dan pin keris berwarna emas. Setelah puas foto2 dengan pak walikota (yah kali aja gue diangkat jadi mantu heheh) dan rumahnya yang keren buanget arsitekturnya, kami pamitan pulang dan menuju Pusat Grosir Solo (PGS). Di PGS kami mendapat goody bag dan makan2 di Solo Food Festival. Kira2 sekitar pukul 22.45 kami sampai di hotel untuk istirahat.
DAY 03 Gue bangun pagi jam 05.30, sehabis sholat dan mandi, gue langsung menuju ruang makan. Ternyata pihak hotel menyediakan cabuk rambah plus mbok2nya, seperti kemarin mereka juga menyewa mbok mbok jamu (tapi gue nggak ikutan minum, karena free program, gue sowan ke rumah bude). Cabuk rambak itu seperti ketupat yang diberi sambal yang terbuat dari wijen, cabe dan kelapa, trus makannya pake gendar. Wah enak banget deh. Trus aku juga makan ketan puli yang rasanya mirip kelepon, Cuma bentuknya hanya berupa seperti jadah yang disiram jurik (baca = gula merah yang dicairkan). Habis makan, gue sempet jalan2 ke belakang hotel, ke perkampungan batik Laweyan dan sedikit hunting foto juga
. Setelah puas foto2, kami pamitan dengan management hotel, foto bareng dan check out. Pagi ini kami langsung menuju Soto Kirana untuk sarapan. Disini sotonya mirip soto gading, tp menurut gue sih lebih mantep lagi rempahnya. Temannya makan soto ini yang paling enak ya parunya..kempripik tenan. Sudah kenyang sarapan, kami menuju ke serabi notosuman dan abon varia.
Nggak jauh dari abon varia, ada toko jamu (= baca akar sari), disana gue beli wedang serbat, mangir dan tawas. Katanya sih tawas ini selain menghilangkan bau, juga bisa merontokkan bulu ketiak hehhe. Puas shopping di daerah coyudan, kami menuju ke Orion (daerah Jl Urip Sumoharjo), untuk beli bolu lapis mandarijn. Sip..banget deh, lengkap sudah hunting gue kali ini. Perut kenyang, shopping barang dan makanan juga sampun cemepak (=baca lengkap). Habis dari orion, kami ke PGS (pusat grosir Solo), secara uang cash juga udah semakin menipis, next destination kami ke Keraton Mangkunegaran, tapi sayang nggak ketemu Paundra Karno. Heheh. Kira-kira jam 14.15 kami meninggalkan PGS, menuju Loji Gandrung untuk pamitan sekaligus dhuzur dan makan siang disana.
Ke Loji Gandrung yang kedua kalinya ini disambut dengan lebih meriah, makanannya pun cemepak (= baca lengkap) banget. Makanan yang disajikan ada bebek kremes, oseng-oseng kikil, sop buntut, gepuk, paru goreng, trancam. Dessertnya aja macam2 bubur (sumsum, mutiara, candil), gempol pleret dan dawet
. Seandainya perut gue dapat bicara dan jeans gue dapat teriak, mungkin mereka akan bilang “stop Tin!!!, cukup….bisa mledak ini perut hehhe”. Kenyangnya pol deh. Makan siang ini juga ditemani oleh para PNS dan putra putri Solo 2006 (kayak abnon kalo di Jkt). Setelah selesai, kami foto2 dan pamitan sekali lagi sama pak walikota. Sedih dan terharu banget deh ninggalin ini kota. Membuat gue pengen rasanya tinggal disini tapi tentu saja dengan pendapatan sama dengan di Jkt, hehe, bisa nggak ya???
. Sekitar pukul 15.50 kami sampai di Bandara Adi Sumarmo. Sebelum turun dari bus, gue dapet giliran on air di hard rock FM mengenai kesan2 gue selama disini, kira2 10 menit kemudian baru deh gue ngepak2 barang dan semua bawaanku aku masukin bagasi. Jumlah peserta 35 orang, total berat bagasi kami 74 kg, hehe, dasyat juga ya, dasar cewe, kalo udah ke tempat perbelanjaan yang murah ya kalap deh ;). Tapi enaknya, walaupun excess baggage, tetep nggak kena charge tambahan karena ditanggung garuda hehe. Senangnya, secara gue juga belom pernah naik pesawat dengan c class or first class, ya gue nikmatin aja fasilitas yang ada heheh. Perjalanan pulang kali ini gue mengalami masa2 jaim, karena di sekitar gue banyak pejabat2, seperti Pakubuwobo XIII dan bu Nina Akbar Tanjung, serta ada mentri yang maaf, gue nggak tau namanya, hehe, karena itulah, gue nggak bisa cengengsan di cabin pesawat hehe. Nggak kerasa perjalanan begitu cepat…wah…welcome to Jkt, welcome to the jungle and welcome to my world. Ketemu Bos, senior, meeting, Jepang dan Jepang lagi….. Huh….. (tarik napas). Wah senangnya di first class, semua-semua didahulukan, seperti bagasi dan yang lain2nya. Sampai di Bandara kami disambut oleh pihak Garuda Indonesia dan mendapat goody bag jam dinding dan miniatur pesawat garuda. Perjalanan gue kali ini menyenangkan banget, always smooth landing and on time
. Setelah itu, inilah saatnya buat perpisahan, hiks…..kami baru kenal, tapi serasa sedih aja pisah and cipika cipiki sama semua peserta tour. Thanks lot to Garuda Indonesia (termasuk Mas Riza sebagai Sales Manager dan Mba Rina sebagai Product Development Manager), Pemkot Solo (termasuk pemandu kami dari dinas pariwisata, Mas Mufti dan Mas Ari), dan Hard Rock FM sebagai supported media, dimana dari hard rock gue tau semua tentang program wisata kuliner tantangan anti diet ini. Thanks lot semuanya. After all, FYI, per orang hanya mengeluarkan biaya Rp. 600.000 untuk semua-semuanya
(keluar uang cuma buat belanja kebutuhan masing2 untuk oleh2). Pulangnya, gue nebeng salah satu peserta yang rumahnya ternyata nggak jauh dr rumah gue, Alhamdulillah, ngirit taxi ;), makasih buat Mba Fitri, Mas Ido dan Mas Hendi.
More photos bisa dilihat di www.tinikawai.multiply.com. Thanks fot visiting my blog